“Engkau memiliki banyak nikmat yang tak terhingga.”
Saudariku, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Setelah cucuran air mata akan terbit sebuah senyuman, dan setelah malam ada siang. Awan duka akan bercerai berai, malam-malam pekat menjadi terang,kemalangan akan selesai dan derita akan usai,dengan izin Allah.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya engkau diganjar pahala.Jika engkau seorang ibu, anak-anakmu akan menjadi penyokong islam, pelayan dan penolong agama, jika engkau mampu mendidik mereka dengan pendidikan yang benar. Mereka akan berdoa untukmu dalam sujud-sujud dan dalam malam-malam ibadah mereka.Sungguh suatu nikmat yang luar biasa menjadi seorang ibu yang penuh kasih sayang dan kelembutan. Dan cukuplah bagimu untuk merasa mulia dan bahagia bahwa ibu Nabi Muhammad s.a.w adalah seorang ibu yang menghadiahkan bagi seluruh manusia seorang pemimpin yang agung dan rasul mulia.
Engkau sesungguhnya mampu untuk menjadi seorang penyeru kepada jalan Allah diantara wanita-wanita lain;dengan perkataan yang menyejukan, dengan nasehat yang baik ,dengan hikmah, mendebat dengan sesuatu yang lebih baik, dengan diskusi,dengan petunjuk,dengan contoh yang benar dan dengan cara-cara yang mulia. Sesungguhnya kaum hawa akan efektif dengan tingkah laku dan contoh amal sholehnya. Hal yang tidak mampu dilaksanakan oleh para dosen dan pengajar. Berapa banyak wanita yang tetap dikenang, karena menjadi rujukan agama, rasa malu, hijab, akhlak yang baik, baik pada tetangga dan taat pada suami. Kisah hidupnya yang harum akan terus diceritakan oleh banyak orang, dijadikan nasehat di majelis-majelis dan panutan yang selalu ingin ditiru oleh kaumnya.
Begitu indah seorang wanita, tidak hanya sebatas fisik yang Allah berikan keunikan didalamnya. Namun segala yang disekitarnyapun menjadi unik.
Subhanallah…
Dan Hanya wanita yang pandai bersyukurlah, yang dapat merasakan kenikmatan itu.
Hari-hari kemarin lalu,ungkap kisah dengan cinta yang bertaqlid buta, sungguh malu aku rasakan menghadap kiblat-Mu. Hati ini rasanya bernaung di gua yang terdalam, hingga ku tergoyah arah.
Aku leans sharply, entahlah yang mereka fikirkan itu apa tentangku?coba saja bila ada yang berganti nasib denganku,apa yang dilakukan? menahan? Bersedih? Tertawa? Memandang? Berkorban untuk orang lain?Merenung?Berfikir positif?Melemahkan diri?namun selain itu Dapatkah merasa bahagia?,,mereka tak tau apa yang aku rasakan pula. Tak juakah dirinya tau posisiku terdesak?
Sungguh aku tidak menginginkan hal ini terjadi.
Kenangan itu memang indah, aku menghargainya, aku pun menyambut dengan kolegal. Aku terima bila itu adalah kenyataan dimasa lalunya. Yang ku khawatirkan bila kisahku di yaumil akhir nanti memalukanku karna cinta.
Batangan emas itu mengingatkanku pada sebuah harapan. Hanya privasi saja yang tau apa maksud dari sebuah harapan itu.
Rasanya sebagai insan hanya merasa bahwa dirinyalah yang memiliki masalah, hanya dia yang duka, hanya dia yang merana. Bukankah menjadi seorang wanita itu adalah anugrah yang terindah untuk dimiliki?..”camkan nasehat itu untuk diriku”. Buka mata hatiku seusai kisah lalunya, menjadi jawaban yang separuh. Ternyata masih banyak yang patut dipertimbangkan dalam hidupku. Dia bercerita semua masa lalunya, ku tanggapi “tak masalah” walaupun sesekali ku lepas kendali hati hinggaku kecewa. Namanya juga hidup, tak nikmat bila tidak dihiasi dengan masalah. Tinggal bagaimanakah ku bisa merubah masalah itu menjadi hikmah?,junjung erat perjanjian sebelumku dilahirkan ternyata tidak ku sadari aku belum kaffah.kesadaran itu sangat berharga, aku ingin mendapatkannya,tapi diriku sendiri lalai. Ta ku sanggah ayat-Mu tak urung selalu memberikan cahaya. Berproseslah!...
Surat kasih pada seorang wanita.. bersuara tanpa mutiara, tanpa kalung perhiasan, dan tanpa emas. Tapi dengan puji-pujian yang terus mengalir deras. Bagai rintik hujan, semburat fajar, cahaya mentari dan gumpalan awan. Dalam sujud, dalam doa, dalam muraqobah. Dalam paradigma antara sinaran Lauh dan Kitab. Dalam semburat cahaya yang menyeruak dari sebuah gua yang memancar dari Rasul Rabb-mu bagi segenap bangsa Arab dan Romawi. Maka engkau adalah yang paling bahagia diantara penghuni dunia dan akhirat. Dengan isi hati tulusmu yang dibangun dengan taqarrub.
safe struggled woman for your life!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar